Inspirational Quote

All people dream; but not equally. Those who dream by night in
the dusty recess of their minds wake in the day to find that it was vanity.
But the dreamers of the day are dangerous people,
for they may act their dreams with open eyes to make it possible.
–T.E. Lawrence

Dreams Never Die

Saya senang sekali karena lagu saya sudah di'listing' di NOKIA Independent Artist Club.
Walaupun dengan modal vokal pas-pasan ala William Hung, saya pantas berbangga hati, karena saya on the way mewujudkan impian masa kecil saya. Tak masalah, yang penting berani mengambil langkah pertama dulu, belajar menyanyi dan teknik vokal boleh belakangan. Tidak ada saat yang sempurna kalau kita terus mencarinya.

Saat kecil saya selalu ingin menjadi penyanyi, karena saya senang bernyanyi. Dan saat di kelas V SD saya menulis lagu pertama saya. Saya memang memiliki bakat menulis lagu secara otodidak,- belajar menulis lagu dengan mempelajari lagu-lagu saja, tanpa memiliki keterampilan musik baik teori maupun praktek. Sampai sekarang, cara menulis lagu saya lebih banyak ala Melly Goeslaw, Mariah Carey, Titiek Puspa, etc yaitu main hapal doang...; walaupun saya sedikit menguasai gitar.

Memang saat masa kecil adalah masa terindah. Kita bermimpi ria. Segalanya mungkin. Kita bermimpi, mulai dari menjadi presiden, naik pesawat terbang, membeli segudang mainan, memiliki banyak uang, sampai menjadi superman atau wisata ke luar angkasa. Semuanya mungkin terjadi.

Lalu, apa yang terjadi? Orang dewasa, lingkungan, dan kedewasaan kita perlahan-lahan mencuri impian kita. Lalu tanpa kita sadari, kita tumbuh dewasa dan mulai melupakan impian kita. Namun impian yang benar-benar dari hati kita yang paling dalam tidak pernah mati. Mereka hanya terdesak, dan sembunyi di dalam semak-semak aktivitas, tugas, dan kewajiban sehari-hari. Dan saat-saat ketika kita mengalami kekosongan bathin, lalu menjenguk ke dalam diri yang paling dalam, kita menemukan mereka terdampar kelaparan dan semakin lemah dari hari ke hari. Saat tersebut merupakan moment of truth dalam hidup, apakah kita membiarkan mereka fading away dan akhirnya mati bersamaan dengan detak jantung terakhir kelak, atau kita mengambil sikap berani untuk membangkitkan dan memperjuangkan hidup mereka, memelihara sampai suatu hari nanti mereka benar-benar dewasa dan bebas kembali ke asal kehidupan...

Moment seperti ini sering terjadi dalam hidup kita. Terkadang kita berani. Terkadang tidak. Apa pun keputusan kita akan menentukan kualitas dan kebahagiaan hidup kita. Dan juga menunjukkan siapa diri kita yang sebenarnya.

Hidup begitu singkat. Lalu kenapa kita terkadang takut melakukan apa yang benar-benar kita ingin lakukan? Bukankah hidup hanya menunda 'kekalahan'? begitu kata Chairil Anwar. Sebelum kalah, mengapa kita tidak mencoba menang terlebih dahulu? Sehingga ketika kita harus menghembuskan nafas terakhir dan menjumpai Sang Pencipta, kita dapat tersenyum dan berkata: "Saya sangat bahagia. Saya telah bersikap jujur terhadap diri saya. Saya telah melakukan tugas untuk apa saya dikirim ke dunia ini. Terima kasih, Tuhan."

So, Anda ingin mendengar suara saya yang mirip William Hung tersebut? Klik aja http://web-iac.nokia-asia.com/indonesia/comment/media/534

See you there...

Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.

More information about formatting options