Tanpa terasa 364 hari berlalu begitu saja dan sekarang kita akan memasuki hari pertama tahun berikutnya. Di antara 364 hari yang telah lewat tersebut, sudah pasti setiap orang meninggalkan jejak dalam hidupnya. Jejak tersebut ada yang kuat membekas dan seakan tak mungkin bisa dihilangkan. Ada pula yang hanya membekas sebentar kemudian menghilang tertiup angin bahkan sebelum hari-hari dalam setahun tersebut berlalu semuanya. Terkadang jejak tersebut hanya tersimpan di hati tanpa seorang lain pun yang tahu. Dengan sendirinya ia akan hilang saat orang tersebut pergi meninggalkan dunia ini. Terkadang pula jejak tersebut menjadi prasasti yang tertoreh dalam lembar sejarah yang akan diingat selamanya. Memang semua orang membuat jejak dalam perjalanannya menyusuri waktu, tapi tidak semua orang meninggalkan jejak yang menjadi sejarah.
Merenungi kembali 364 hari yang telah berlalu tersebut, adakah jejak yang kita tinggalkan akan diingat anak cucu kita. Ataukah hanya tercatat dalam hati tanpa ada yang tahu. Apapun yang telah terjadi di hari-hari dalam satu tahun tersebut, baik atau buruk, tidaklah mungkin dapat kita ubah lagi. Namun kita dapat melihatnya kembali, dan mengambil pelajaran darinya, dan pelajaran tersebut adalah pelajaran yang sangat berharga. Pelajaran yang bisa kita gunakan untuk menjalani hidup di saat ini, dan membuat rencana bagaimana menjalani hari-hari yang akan datang.
Ada orang yang masa lalunya begitu membekas di hatinya. Seakan selalu dibayang-bayangi, hidupnya di masa kini selalu dihantui oleh masa lalunya. Orang ini tidak pernah hidup, karena ia hidup di masa lalu. Ada orang yang tidak mau melihat masa lalunya, membuangnya jauh-jauh, tidak mau memikirkannya lagi. Baginya yang penting adalah masa depan dan melihat ke depan. Tanpa masa lalu, orang ini semakin lama akan semakin khawatir, akankah masa depan menjadi sama dengan masa lalunya. Tiap hari dihabiskan untuk mempersiapkan masa depan. Orang ini juga tidak pernah hidup, karena ia hidup di masa depan. Janganlah jadi kedua-dua orang tersebut di atas.
Masa lalu, masa kini, dan masa depan itu berbeda tetapi juga sama, tidak berkaitan namun salah satunya ada karena yang lainnya juga ada, dan tak mungkin untuk dipisahkan. Tidak mungkin ada masa lalu, jika tidak ada masa kini, demikian juga tidak mungkin ada masa depan tanpa masa kini. Ketiga-tiganya ada, namun yang bisa kita jalani hanya hari ini. Kita tidak bisa hidup di masa lalu, karena itu berarti hanya hidup di bayang-bayang, juga tidak bisa hidup di masa depan karena itu berarti hanya hidup di dalam mimpi. Masa lalu ada sebagai pelajaran untuk kita, bukan untuk mengikat kita. Masa depan ada sebagai impian dalam menjalani masa kini, bukan untuk kita khawatirkan. Isilah hidup di masa kini dengan pelajaran dari masa lalu dan impian akan masa depan.
Di hari terakhir tahun 2007 ini, kita bisa melihat kembali apa yang telah kita lakukan hari-hari sebelumnya. Banyak pelajaran yang bisa dipetik dari hari-hari tersebut. Menjadi pertimbangan kita untuk menjalani hari ini. Juga untuk merencanakan dan memimpikan apa yang bakal kita lakukan di hari-hari depan di tahun 2008. Apa yang telah berlalu, biarkanlah berlalu, petiklah pelajarannya. Apa yang akan terjadi, tidak perlu dikhawatirkan, tapi rencanakanlah. Masih ada satu hari untuk kita jalani, hari ini. Apa yang telah kita lakukan hari ini, apakah jejaknya akan tercatat dalam lembar sejarah, atau hilang tertiup angin bahkan sebelum kita menutup tahun 2007 ini, hanya waktu yang bisa mengetahuinya.
Medan, akhir tahun 2007, selamat datang tahun baru 2008.
Post new comment