Ada satu untai kata-kata yang sering saya baca yaitu "Laziness is mother of all inventions". Artinya kira-kira menyatakan bahwa semua penemuan di dunia ini dilahirkan dari kemalasan. Bagi saya ini adalah kesalahan terbesar yang pernah disebutkan. Bahkan lebih salah lagi kata-kata ini telah dituliskan dalam untaian yang disebut sebagai kata mutiara atau kata bijak. Dan kata-kata ini telah membuat orang malas merasa bangga. Bagaimana bisa 'orang malas' menciptakan penemuan.
Kita ambil satu contoh, dua orang dihadapkan pada satu pekerjaan yang sama. Pekerjaan itu adalah memindahkan banyak benda berat dari satu tempat ke tempat lainnya. Orang yang rajin akan segera mengerjakannya, mengangkat satu-persatu benda tersebut dan memindahkannya ke tempat lain. Jika memang ia pintar, maka ia akan menggunakan kepintarannya untuk mencari cara yang memudahkannya menyelesaikan pekerjaan ini. Salah satunya mungkin ia akan membuat kereta sorong jika belum ada. Penemuan hasil pemikiran ini, kereta sorong, bukanlah karena ia malas, akan tetapi karena ia ingin mencari cara yang lebih mudah dan pintar menyelesaikan pekerjaannya. Tujuan akhirnya adalah menyelesaikan pekerjaan.
Di lain pihak, orang yang malas, sebelum menggerakkan satu pun anggota badannya, ia akan terlebih dahulu berpikir. Yang ia pikirkan adalah apakah ada alasan yang membuatnya sama sekali tidak perlu mengerjakan pekerjaan ini. Mengapa dikerjakan, jika memang ada alasan untuk tidak mengerjakannya. Celakanya lagi jika memang ia tidak mampu menemukan alasan tersebut, maka ia akan mengerjakannya secara ogah-ogahan. Seandainya pada saat itu sudah ada alat bantu yang namanya kereta sorong, ia bahkan sempat-sempatnya mencari alasan untuk tidak menggunakannya. Ini karena begitu malasnya ia untuk pergi mencari kereta sorong ini dan membawanya kembali untuk membantunya bekerja. Ditambah satu lagi yang terpikirkan si malas ini, setelah selesai mengerjakan pekerjaan ini, jika menggunakan kereta sorong, maka ia harus mengembalikan alat bantu ini ke tempatnya semula. Ini sungguh bertentangan dengan prinsip malasnya, satu pekerjaan saja sudah susah untuk cari alasan untuk menghindar, konon lagi menambah pekerjaan, mengambil dan mengembalikan kereta sorong.
Kita kembali ke pertanyaan semula. Bagaimana bisa orang malas menemukan/menciptakan alat bantu yang bernama kereta sorong. Di pikiran orang malas hanya ada bagaimana cara menghindari pekerjaan, bukan menyelesaikan pekerjaan. Konon lagi jika harus menambah pekerjaan dengan menciptakan alat bantu, karena memakai alat bantu yang sudah ada saja pun ia terlalu malas. "Menyelesaikan pekerjaan" adalah hal yang tak akan pernah terpikirkan oleh orang malas. Jadi tidak akan ada penemuan atau menciptakan sesuatu di sini selain alasan menghindar.
Penemuan terbesar di dunia ini ada karena manusia ingin menyelesaikan pekerjaannya. Tujuan akhir inilah yang membuat manusia menemukan alat bantu yang bisa mempermudah menyelesaikan pekerjaannya. Mulai dari alat-alat sederhana seperti obeng dan pisau sampai yang rumit seperti komputer. Semua penemuan itu adalah untuk menyelesaikan pekerjaan. Jika otak manusia hanya dipenuhi 'pikiran malas' untuk menghindari sama sekali pekerjaan yang harus dilakukan, tidak akan ada penemuan besar di dunia ini.
Kata-kata bijak yang harusnya lebih sering kita dengar adalah "Necessity to do a job cleverly is the mother of all inventions", atau singkatnya "Necessity is mother of all inventions." Artinya kira-kira, kebutuhan untuk menyelesaikan pekerjaan akan melahirkan penemuan. Bukannya kata-kata yang bisa membuat bangga orang malas, sehingga ia tambah malas. Tidak ada satupun hal yang bisa dibanggakan dari orang malas.
Untungnya tidak semua orang adalah 'orang malas'. Ini dapat kita lihat dari banyaknya penemuan-penemuan besar manusia. Termasuk ke golongan manakah kita ini, orang rajin atau orang malas. Cari tahu apa yang kita pikirkan pertama kali jika dihadapkan pada satu pekerjaan. "Bagaimana cara mudah menyelesaikannya" atau "adakah alasan untuk menghindarinya", hanya kita yang tahu. Semoga bukan yang terakhir. ;)
Medan, 1 January 2008
For me it is just another day. Other says it is a first day of a new year, a new hope, a new dream.
So I hope this blog will become my first trace in encouraging all readers to live their dream.
"Lazybones never live."
Malas?
Ahahaha.. Kalau ngeliatnya seperti sudut pandang di atas ya memang benar orang malas ngga bisa menciptakan apapun.
Tapi coba kalau ngeliatnya dari sudut pandang yang lain.
Mungkin juga saking malasnya dia mengerjakan sesuatu, dia jadi asyik ngebayangin : coba yaa ada satu alat yang bisa bikin gua ngga perlu lagi ngangkat2 tuh benda untuk dipindahkan dari sini ke ruangan sebelah.
Lalu si 'malas' ini mulai membayangkan alat macam apa yang diinginkannya, bagaimana wujudnya dan bagaimana cara kerjanya.
Dan mungkin saking malasnya memindahkan barang itu, si malas malah membuat alat yang dibayangkannya itu, huahahaha..
Jadi yaa gua pikir intinya bukan dari soal malas atau ngga-nya sih, mungkin lebih tepat kalau kata 'lazy' di atas diganti dengan 'dreamy' karena bukankah segala sesuatu bermula dari impian?
Hihihi..
bagaimana jika..?
okey...
karena malas untuk selalu membawa lap kemana mana untuk mengelap iler Tangguh...maka yessy menemukan satu cara yang sangat "dahsyat" untuk mengelap ilernya tanpa membawa lap khusus iler kemana mana...cara ini sangat praktis...
mau tau?
Gunakan ujung baju kausnya untuk mengelap ilernya...
............
kalo nanti Ellis jadi ibu, jangan pernah mau praktekkin yang di atas ini ya...
Post new comment