Inspirational Quote

All people dream; but not equally. Those who dream by night in
the dusty recess of their minds wake in the day to find that it was vanity.
But the dreamers of the day are dangerous people,
for they may act their dreams with open eyes to make it possible.
–T.E. Lawrence

The Moment of Truth

Sering kali dalam hidup ada saat-saat tertentu ketika kita harus membuat keputusan penting. Keputusan yang akan menentukan arah hidup kita selanjutnya.

Ada saat-saat menentukan dalam hidup saya, ketika saya harus berhenti sejenak, mengambil nafas, melakukan perenungan, lalu membuat keputusan. Membuat keputusan terbaik yang bisa saya buat pada saat itu. Tanpa mengetahui pasti apa dampak dari keputusan tersebut terhadap hidup saya selanjutnya…Hanya berharap yang terbaik, dan meneruskan langkah melalui jalan yang belum pernah saya ambil sebelumnya.

Saat ini ketika mengambil sejenak melihat kembali ke belakang, saya mulai melihat bagaimana peranan keputusan pada saat-saat menentukan tersebut menentukan arah hidup dan kualitas hidup saya sekarang.

Beberapa keputusan penting tersebut seperti: tahun 1998 saat saya memutuskan berhenti dari kerja, lalu memutuskan pergi dari kota kelahiran, belajar di kampus lagi dan melakukan yang saya senangi dalam hidup; tahun 2006 saat saya memutuskan berhenti dari kerja lagi, dan memutuskan menjalani karir yang saya senangi.

Ketika saya melihat kembali ke belakang. Keputusan-keputusan tersebut telah membentuk diri saya yang sekarang. Saya belajar untuk lebih mendengarkan suara hati. Mungkin keputusan tersebut tidak mendatangkan ‘kesuksesan’ dari segi karir dan materi. Tetapi keputusan tersebut pasti mendatangkan kebahagiaan yang lebih besar dalam hidup. Hati kita selalu mengetahui yang terbaik untuk kita. Yang sering terjadi, kita tidak mau meluangkan waktu untuk mendengarkan keinginan hati kita yang paling dalam. Sehingga kita lebih sering menjalani hidup tanpa rasa damai dalam diri. Seolah-olah ada dua orang dengan keinginan berbeda berjalan di atas jalan dengan arah berlawanan.

Kita terus melakukannya hingga suatu hari kita lelah, dan rasanya hendak berhenti saja, breakdown, dan bingung dengan apa yang sedang terjadi. Dalam keputusasaan tersebut, ada 2 kemungkinan yang terjadi. Kita terus memaksakan diri melangkah di jalan yang sama. Atau kita berhenti sejenak, mulai mendengarkan suara kecil dari dalam diri, mengerti dirinya, dan memutuskan mengambil jalan yang sama dengannya.

Itu adalah the moment of truth. Keputusan yang kita ambil akan menentukan arah dan kualitas hidup, serta pertumbuhan diri.

Hati tidak pernah berdusta. Kita hanya perlu mendengarkannya, mengerti dirinya, dan menjadi sahabat terbaiknya. Karena di akhir perjalanan, yang penting adalah hati. Jika hati kita menang, kita menang. Jika hati kita kalah, kita kalah.

Saya ingin mengutip kata-kata Carlos Castenada: “For me there is only the traveling on paths that have heart, on any path that may have heart. There I travel, and the only worthwhile challenge is to traverse its full length. And there I travel, looking, looking, looking breathlessly.”

Apakah jalan yang kita jalani saat ini memiliki hati? Hanya kita yang tahu jawabannya.

Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.

More information about formatting options